Postingan

3 Jenis Nyala Api Las Oksiasetilin: Ciri-Ciri, Fungsi, dan Cara Mengaturnya

Gambar
Las oksiasetilin ( oxyacetylene welding ) adalah salah satu teknik las tertua yang masih dipakai luas sampai sekarang, terutama untuk pengelasan pelat tipis, pemotongan logam, hingga proses brazing . Salah satu kunci keberhasilan las oksiasetilin ada pada nyala api yang dihasilkan dari pembakaran campuran gas oksigen (O₂) dan asetilin (C₂H₂). Masalahnya, banyak pemula (dan bahkan tukang las berpengalaman) sering keliru mengatur perbandingan gas ini, padahal jenis nyala api yang salah bisa merusak hasil las, membuat sambungan getas, atau bahkan berbahaya bagi operator. Artikel ini membahas tuntas 3 jenis nyala api las oksiasetilin, ciri-cirinya, kapan masing-masing digunakan, sampai cara mengatur tekanan gas dengan aman. Apa yang Menentukan Jenis Nyala Api? Jenis nyala api ditentukan oleh rasio volume oksigen terhadap asetilin yang keluar dari torch (obor las). Ada tiga kemungkinan hasil pembakaran: Nyala Netral — rasio oksigen dan asetilin seimbang (kurang lebih 1:1) ...

Peralatan Las Asetilen (OAW): Fungsi, Komponen, dan Cara Kerjanya Lengkap

Gambar
  Las asetilen atau yang lebih dikenal dengan istilah Oxy-Acetylene Welding (OAW) merupakan salah satu metode pengelasan tertua yang masih banyak digunakan hingga saat ini, baik untuk mengelas, memotong logam, maupun proses brazing. Keunggulan utamanya terletak pada fleksibilitas alat dan kemudahan penggunaannya di lapangan tanpa memerlukan sumber listrik. Namun, sebelum bisa menghasilkan sambungan las yang kuat dan aman, seorang welder wajib memahami peralatan las asetilen apa saja yang dibutuhkan dan bagaimana masing-masing komponen bekerja. Artikel ini akan mengupas tuntas enam peralatan utama dalam sistem las gas OAW, lengkap dengan fungsi, kode warna tabung, hingga tips keselamatan kerja. Apa Saja Peralatan Las Asetilen yang Wajib Ada? Secara garis besar, sistem las gas oksi-asetilen terdiri dari enam komponen inti berikut: Tabung gas oksigen dan tabung gas bahan bakar (asetilen) Katup tabung/silinder Regulator tekanan Selang gas Tor...

Macam - Macam Tuas Atau Pengungkit

Gambar
Tuas atau pengungkit adalah pesawat sederhana berguna merubah efek atau hasil pada suatu gaya. Tuas digunakan banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk memudahkan pekerjaan. Suatu gaya yang dihasilkan oleh pengungkit terjadi dengan adanya sebuah batang ungkit dengan titik tumpu (fulcrum ), titik gaya (effort), dan titik beban (load) yang divariasikan letaknya. Pada awalnya tulisan mengenai tuas (pengungkit) ada sejak abad ke-3 SM dan dicetuskan oleh Archimedes. “Beri aku tempat untuk berdiri, dan aku akan menggerakkan bumi” adalah catatan dari Archimedes yang secara resmi menyatakan kebenaran prinsip matematika dari tuas (dikutip oleh Pappus of Alexandria). Di zaman Mesir kuno , para tukang bangunan menggunakan tuas untuk memindahkan dan mengangkat obelisk-obelisk . Tuas atau pengungkit dibagi menjadi tiga macam, yaitu : 1. Tuas Jenis Pertama Posisi titik tumpu pada tuas jenis pertama berada diantara titik gaya dan titik beban (seperti pada gambar dibawah). Makin...

Jenis Dan Karakteristik Elektroda Tungsten Untuk Pengelasan TIG

Gambar
Elektroda Tungsten atau disebut juga Elektroda Wolfram dibuat dari Tungsten sinter dan untuk memperbaiki sifat-sifatnya dapat ditambah dengan oksida logam lain, pada umumnya thoriumoxid atau zirchoniumoxid. Elektroda Tungsten terdiri dari Elektroda Tungsten Murni dan Elektroda Tungsten Paduan. Baik elektroda Tungsten murni maupun paduan, memiliki keuntungan dan kerugian. Elektroda Tungsten Murni Keuntungan : harga lebih murah, pada arus bolak-balik efek rectifier tidak ada dan busur las stabil. Kerugian : daya nyala rendah, kurang awet, muatan arus rendah. Elektroda Tungten Paduan Keuntungan : lebih awet, muatan arus tinggi, daya nyala lebih baik. Kerugian : lebih mahal, dengan arus bolak-balik ada efek rectifier dan stabilitas busur rendah. Karakteristik Elektroda Tungsten berdasarkan Unsur Paduan EWTh (Elektroda Wolfram Thoriated) Thoriated Tungsten merupakan tungsten yang sangat umum digunakan di Amerika dan negara lain. Secara khusus, ia bekerja dengan baik ...

Sejarah Pengelasan: Perjalanan Panjang Teknik Penyambungan Logam dari Zaman Prasejarah hingga Era Modern

Gambar
Pernahkah Anda membayangkan bahwa teknik menyambung logam sudah dikenal manusia sejak ribuan tahun sebelum listrik ditemukan? Sejarah pengelasan ternyata jauh lebih panjang dan menarik daripada yang banyak orang kira. Dari sekadar memanaskan logam dengan bara kayu hingga menggunakan sinar laser presisi tinggi, perjalanan ini mencerminkan bagaimana manusia terus berinovasi demi menyatukan material dengan lebih kuat, cepat, dan efisien. Artikel ini mengupas tuntas sejarah pengelasan secara kronologis, mulai dari era prasejarah, kelahiran las busur listrik, hingga tiga "masa keemasan" yang membentuk dunia pengelasan seperti yang kita kenal sekarang. Awal Mula Penyambungan Logam di Zaman Prasejarah Berdasarkan temuan arkeologis, teknik penyambungan logam telah dipraktikkan sejak 4000–3000 SM. Pada masa itu, manusia sudah mengenal pembrasingan paduan emas-tembaga dan pematrian paduan timbal-timah. Sumber panas yang digunakan berasal dari pembakaran kayu atau arang. Sayangnya, suhu...

Cara Membagi Celah Pagar dengan Rata dan Presisi (Lengkap dengan Rumus dan Contoh)

Gambar
Pagar berfungsi sebagai pembatas sekaligus penanda kepemilikan lahan atau rumah. Selain itu, keberadaan pagar juga meningkatkan aspek keamanan karena mempersulit akses masuk dari luar. Material yang umum dipakai untuk membuat pagar antara lain besi, kayu, dan beton. Salah satu tantangan yang sering dihadapi tukang maupun pemilik rumah saat membuat pagar adalah menentukan jarak celah agar terlihat rata dan simetris di sepanjang pagar . Jika perhitungan celah dilakukan secara sembarangan, hasil akhirnya bisa terlihat berantakan — terutama pada celah terakhir yang seringkali lebih lebar atau lebih sempit dari celah lainnya. Artikel ini akan membahas rumus sederhana untuk membagi celah pagar secara merata, lengkap dengan contoh perhitungan dan penerapannya pada pagar besi. Rumus Membagi Celah Pagar Rumus ini berlaku untuk berbagai jenis material pagar — besi, kayu, maupun beton — selama Anda mengetahui tiga variabel utama: panjang pagar, tebal bahan, dan jumlah celah yang diinginka...

Posisi Pengelasan 6F dan 6G Pipa

Gambar
1. MATERI DAN BAHAN AJAR Posisi Pengelasan 6F adalah Pengelasan sambungan sudut/fillet posisi miring membentuk sudut 45 derajat sumbu simetri tidak dapat diputar pada pipa dengan las SMAW. Posisi Pengelasan 6G Pipa adalah Pengelasan sambungan tumpul/butt/groove posisi miring membentuk sudut 45 derajat sumbu simetri tidak dapat diputar pada pipa dengan las SMAW. Pengelasan pipa pada posisi sumbu miring 45 derajat tidak dapat diputar, baik 6F maupun 6G merupakan posisi yang paling sulit pada pengelasan pipa, karena disamping posisi tersebut mencakup : posisi di bawah tangan ( flat ), tegak ( vertikal ) dan posisi di atas kepala ( overhead), juga karena posisi 6F dan 6G tersebut berada pada posisi miring. Oleh karena itu pengelasan yang dilakukan secara benar dan sesuai prosedur merupakan salah satu hal terpenting untuk mencapai kualitas pengelasan secara maksimum dan efisien/ekonomis. 2. PPT Link:  https://drive.google.com/file/d/0B663haGG_RDLWFF6dkNGcGhSaHc/view?us...